Kekuasaan & kekerasan menurut Johan Galtung

Detail Buku:
Judul: Kekuasaan & kekerasan menurut Johan Galtung
Penulis: I. Marsana Windhu
Penerbit: Kanisius
Tempat, Tahun Terbit: Yogyakarta, 1992
Cetaakan: ke-1
Halaman: 142
ISBN: 9794137421
No. Panggil: 320.1 win k


Dewasa ini dunia sedang dilanda krisis, antara lain: kekerasan, kemiskinan, penindasan, dan kerusakan ekologis. Johan Galtung, seorang polemolog termasyhur, menunjukkan bahwa krisis ini berakar pada struktur dunia. Dan struktur dunia terjalin dari hubungan-hubungan kekuasaan dan kekerasan.

Buku ini memberikan sebuah penjelasan secara sistematis dan komprehensif mengenai analisis Galtung atas kekerasan dan hubungan-hubungan kekuasaan. Kekuasaan adalah hubungan-hubungan yang eksploitatif dan represif yang memiliki wajah majemuk, dan kekerasan adalah hambatan atas realisasi fisik dan mental manusia yang memiliki aneka dimensi: struktural maupun personal, tersembunyi maupun terbuka, disengaja maupun tidak, dst. Sistem-sistem kekerasan dan kekuasaan sosial, politis, ekonomi, militer, yang paling global dalam masyarakat dewasa ini telah menancapkan akar-akarnya yang paling halus sampai pada individu.

Karena itu, buku ini diakhiri dengan tinjauan etis Galtung atas masalah global itu. Mengatasi kekeruhan penafsiran-penafsiran ideologis dan politis, pendekatan kritis. Galtung dengan jernih menelanjangi hubungan-hubungan kekuasaan dan kekerasan yang berlaku di dalam masyarakat dewasa ini. Sebuah buku yang layak dibaca oleh para mahasiswa ilmu politik, sosiologi, filsafat dan pemerhati masalah-masalah perdamaian dan kemanusiaan.




Catatan:

- Mau baca bukunya? Boleh, langsung DM Anitha di FB @itha thalib atau IG @itha.iliot

- Untuk peminjaman cukup bawa ktp (foto ktp)

- Waktu peminjaman maksimal 1 minggu untuk satu buku 

- Maksimal sekali meminjam 2 buku

- Bila terjadi kerusakan atau hilang bersedia bertanggung jawab/mengganti

- Bersedia difoto bersama buku yang dipinjam dan diposting di medsos untuk menularkan minat baca


SINI BABACA! 

Komentar

Postingan Populer