Para priyayi
Judul: Para priyayi
Penulis: Umar Kayam
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti
Tempat, Tahun Terbit: Jakarta, November 1992
Cetakan: ke-3
Halaman: 308
No. Panggil: 813 kay p
Berasal dari keluarga buruh tani, SOedarsono, oleh orangtua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten, ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa. Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ketiga anaknya, melewati zaman Belanda dan zaman Jepang, tumbuh sebagai guru, opsir Peta, dan istri asisten wedana. Cita-cita keluarga berhasil.
Benarkah? Lalu apakah sesungguhnya “priyayi” itu? Status kelas? Pandangan dunia kelas menengah elite birokrasi? Sekadar gaya hidup? Atau semuanya? Cucu-cucu Soedarsono sendiri kemudian hidup sebagai anak zaman mereka: menjadi anak kelas menengah birokrat yang manja, idealis kiri yang terlibat gestapu, dan entah apa lagi. Justru Lantip – anak jadah dari keponakan jauh Soedarsono – yang tampil sebagai hero. Dialah yang, dengan caranya sendiri, menunjukkan makna “priyayi” dan “kepriyayian” itu.
Catatan:
- Mau baca bukunya? Boleh, langsung DM Anitha di FB @itha thalib atau IG @itha.iliot
- Untuk peminjaman cukup bawa ktp (foto ktp)
- Waktu peminjaman maksimal 1 minggu untuk satu buku
- Maksimal sekali meminjam 2 buku
- Bila terjadi kerusakan atau hilang bersedia bertanggung jawab/mengganti
- Bersedia difoto bersama buku yang dipinjam dan diposting di medsos untuk menularkan minat baca
SINI BABACA!



Komentar
Posting Komentar